Pencerahan Sufistik View larger

Pencerahan Sufistik

New product

Buku ini berisi dua puluh lima kisah-kisah kaum sufi dari para maestro sufi, seperti Mullah Nashruddin, Sa’di Syirazi, Jalaluddin Rumi, Imam Ghazali, dan guru-guru sufi lainnya yang mengandung pesan-pesan moral-spiritual yang sangat unik.

More details

Warning: Last items in stock!

Rp‎ 57,800.00

Para guru bijak bestari mengatakan, “A story could tell everlasting wisdom that’s beyond space and time. Sebuah kisah mampu menyampaikan kearifan abadi yang melampaui dimensi ruang dan waktu”. Secara global, buku ini berisi dua puluh lima kisah-kisah kaum sufi dari para maestro sufi, seperti Mullah Nashruddin, Sa’di Syirazi, Jalaluddin Rumi, Imam Ghazali, dan guru-guru sufi lainnya yang mengandung pesan-pesan moral-spiritual yang sangat unik. Namun, keunikan pesan-pesan moral-spiritual yang mereka suguhkan seringkali tidak bisa ditangkap oleh setiap orang.

Buku ini menyibak keunikan pesan-pesan sakral tersebut. Melalui kisah-kisah yang disampaikan, penulis melakukan kontekstualisasi dengan zaman sekarang dan berbagai problematika yang menggelayuti hidup kita. Sehingga pesan-pesan moral-spiritual dari kisah-kisah tersebut tidak akan pernah kehilangan spirit relevansi dan aktualitasnya dalam menghadapi puspa ragam problematika kita hari ini. Mullah Nashruddin merupakan sosok klasik yang sengaja dirancang oleh para Mursyid untuk menjadikan keadaan-keadaan spesifik jiwa kita, baik yang positif maupun yang negatif, yang sebelumnya samar dan tidak disadari oleh kita, kini dibuat jelas. Karena itulah ia dipanggil dengan awalan Mullah atau diakhiri dengan Hodja. Mullah berarti guru sebagaimana Hodja yang dalam bahasa Turki berkonotasi guru. Guru sufi memang seringkali menciptakan kisah-kisah fiktif dan imajinatif. Namun sesungguhnya imajinasi mereka lahir dari sebuah refleksi jiwa-jiwa agung dan suci yang sudah tercerahkan, sehingga mampu membangunkan kalbu kita dari tidur panjang.

Selain itu, kisah dan statemen-statemen Imam Ghazali, Ibn Athailah, Jalaluddin Rumi atau Sa’di Shirazi juga hadir untuk memperkaya sekaligus mempertajam sentuhan ruhaniah. Wejangan-wejangan mereka, terutama dua tokoh yang disebut terakhir, betul-betul mencerahkan.

Ungkapan-ungkapan mereka sarat dengan muatan makna ketuhanan yang acapkali menyentak kesadaran terdalam kita; mereka berusaha membangunkan jiwa kita yang lelap; membuka mata hati kita untuk menatap dunia yang tak pernah terpikirkan sebelumnya; mengoyak-ngoyak perasaan kita yang kering dan keras agar dapat merasakan sesuatu yang tak pernah kita rasakan dahulu; dan dalam tataran tertentu, mereka juga mampu menguak lapisan-lapisan hijab intelektual dan kalbu kita tuk menjelajahi permainan yang mengagumkan, mengejutkan, sekaligus mengasyikkan. Sedikit kita temukan dalam rentangan sejarah orang yang mempunyai kejeniusan intelektual bersamaan kecemerlangan spiritual layaknya Maulana Jalaluddin Rumi atau Sa’di Shirazi. Indeed, their wisdom is too deep for me to fathom!, Sungguh kearifan mereka begitu dalam bagi saya untuk menjangkaunya! Paling tidak dengan agak sedikit simplifikasi, konklusi buku ini merangkum pesan: Jika dalam episode panjang kehidupan yang kita lalui kita pernah menertawakan dukalara, nestapa, kepedihan, dan prahara yang memporak-porandakan wajah kehidupan kita, maka sangat mungkin talenta mistikal kita mulai tumbuh. Namun bila kita tidak pernah mengalaminya, sebaiknya kita tangisi, “sukacita, kesenangan, kenikmatan, kegembiraan, dan kebahagiaan” yang telah kita rengkuh selama ini. Kaum sufi ragu, jangan-jangan semua “kemenangan” kita itu palsu belaka. Pelajarilah kearifan para arif dan milikilah perspektif otentik-unik mereka.

ISBN9786020276663
PenulisDr. Zaprul Khan
PenerbitQuanta
Halaman256
CoverSoft Cover
LanguageBahasa Indonesia

Specials products

No specials at this time.

Product successfully added to the product comparison!